Monday, June 6, 2011

Surat Cinta Untukku

November 2007
Hari ini kudapatkan surat cinta,

Dia menuliskan sesuatu hari ini,

Di sepucuk kertas kumal dituliskannya demikian:

You are beautiful, if you never angry.
You are so soft, if you never shout.
You are so pretty, if never cry.
You are my best teacher, Miss Linga!
I love you!
(Ku tulis apa adanya di sini, sama seperti yang ia tuliskan di atas kertas itu, tanpa perubahan dan penyesuaian tata bahasa dan ejaan yang benar)

Juni 2011

Sekarang dia telah bertumbuh,
Hampir kelas delapan tepatnya.
Saat itu dia masih kelas empat.
Teman - temannya pun tak memiliki hubungan yang baik dengannya.
Dia dikucilkan, tak disukai oleh teman - temannya.
Dia jorok, suka mengupil dan tidur di kelas.
Kadang juga bau.
Dia tak naik kelas dua kali.

2007 - 2008
Tapi suatu kali, ku ajak dia berbicara.
Dia pun berkata - kata banyak sekali.
Dia bercerita tentang keluarganya.
Dia bercerita bahwa dia tak suka sekolah.
Dia tak suka jika dia dipaksa.

Oh, itukah?
Itukah yang membuat dia menjadi seperti ini?
Guru - guru lain pun mengatakan bahwa dia jorok, menyebalkan, pembuat masalah, tak bisa diajak bekerja sama dan suka menggoda.
Ya, suka menggoda guru - guru wanita tepatnya.

Pernah dia mencoba memegang pantat salah seorang dari guru wanita di sekolah kami.
Guru itupun terkejut.
Kujelaskan padanya, bahwa itu tak pantas dan tak sopan.
Diapun mengangguk - angguk mengerti. Tapi entah apa yang ada di benaknya.

Pernah suatu kali,
aku marah besar dengan kelas itu.
Aku tak tahan lagi,
karena semua orang mencemoohnya,
aku pun menangis.
Aku berteriak saat aku melihatnya dicemooh.
Teriakanku mengejutkan kelas itu.
Namun, di luar perkiraanku,
dia menuliskan sepucuk surat itu.
Dia takut melihatku marah hari itu.

Terkadang dia memelukku dari belakang saat aku membereskan meja kerjaku.
Terkadang dia mengagetkanku, saat pulang sekolah sewaktu hujan.

Tapi dasar manusia,
kadang aku mengesampingkannya.
Dia pun pergi, meninggalkanku, mungkin dengan penuh kekecewaan.

"I'm so sorry for that !"

Di lain hari, kupuji hasil karya miliknya.
Project Social Studies tentang Mesir itu.
Ya, aku masih mengingatnya.
Cukup kotor, tak rapi, tulisannya pun acak - acakan.
Tapi cukup buatku,
Karena itu memang sudah mencakup inti dari pembelajaran mereka hari ini.

"Wow, great! This is GREAT! You can make it by yourself, Joxel!
I'm proud of you!
See, you can do it!"

Ku beri dia nilai 8.
Meskipun yang lain lebih rapi, lebih indah dengan hiasan di sana sini,
Aku menghargai usahanya,
Dia tidak tidur di kelasku.
Dia berusaha membuatnya.
Dia sudah melakukan yang terbaik.
Dan tulisannya pun tak sejelek biasanya.
Kutunjukkan padanya, nilai yang sudah kutulis di buku nilaiku.
"See this, Joxel! You can make it! 8 for your project!"
Dia pun tersenyum malu - malu.

6 Juni 2011

Hari ini aku mengingatnya lagi.
Aku ingin sekali kembali ke Jakarta.
Ke sekolah itu.
Di mana aku benar - benar belajar.
Di mana aku bertemu dengan sang pemuja kecilku.
Di mana aku bisa belajar, arti dari sebuah perhatian kecil.
Di mana aku bisa menghargai, arti penting dari sebuah kasih sayang.

Aku tak peduli
Apa kata orang, "Mana bisa kaya jika kau hanya menjadi guru?"

Kaya ku mungkin bukan kaya mu.
Aku merasa aku kaya, bisa bertemu dan mengajar anak - anak itu.
Aku kaya karena kau diperbolehkan menyayangi mereka tanpa batas.
Bahkan yang dikucilkan sekalipun.
Aku juga tak peduli, hitam atau putih kulit murid - muridku.
Aku juga tak peduli, jika mereka jorok dan bau.
Aku sayang mereka.
Aku tahu, mungkin uangku tak sebanyak uangmu.
Tapi pernahkah, kau mendapat surat cinta itu?

Joxel,
thank you for your love letter.
I still keep it!
Who knows, someday I lost my spirit to teach!
I will read it again and again,
so that it can strengthen me!


With Love,

Miss Lingga ;)

No comments:

Post a Comment